ANALISIS PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING PADA BANGUNAN GEDUNG PPIIG UNIVERSITAS PALANGKA RAYA BERDASARKAN GREENSHIP EXISTING BUILDING VERSION 1.1

Fajri, Riski Al (2026) ANALISIS PENERAPAN KONSEP GREEN BUILDING PADA BANGUNAN GEDUNG PPIIG UNIVERSITAS PALANGKA RAYA BERDASARKAN GREENSHIP EXISTING BUILDING VERSION 1.1. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover + Dapus RISKI AL FAJRI.pdf]
Preview
Text
Cover + Dapus RISKI AL FAJRI.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of Skripsi RISKI AL FAJRI Fulltext.pdf] Text
Skripsi RISKI AL FAJRI Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Isu pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi tantangan besar bagi dunia, termasuk Indonesia. Sektor bangunan berkontribusi sekitar 39% terhadap total emisi karbon global, sehingga menjadi fokus penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Konsep green building muncul sebagai solusi strategis untuk menekan dampak lingkungan melalui efisiensi energi, konservasi air, pengelolaan material, dan peningkatan kualitas ruang dalam bangunan. Di Indonesia, penerapan konsep ini diatur melalui standar Greenship oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) sebagai pedoman penilaian kinerja bangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan indikator tiap kategori Greenship, mengidentifikasi faktor penghambat implementasi, serta memberikan rekomendasi perbaikan agar bangunan dapat mencapai sertifikasi green building.
Pendekatan metode campuran digunakan, yang mengintegrasikan observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan manajemen bangunan, dan pengukuran lapangan kuantitatif parameter IEQ (intensitas pencahayaan, tingkat kebisingan, suhu, dan kelembaban relatif). Bangunan tersebut mencapai total skor 33 dari 117 poin (28,21%), dengan kinerja terkuat pada (ASD; 9/16 poin, 56,25%) dan (IHC; 9/20 poin, 45,00%), sedangkan (EEC; 6/36 poin, 16,67%) dan (BEM; 2/13 poin, 15,38%) menunjukkan kekurangan yang paling kritis. Pengukuran IEQ rata-rata (pencahayaan umum 419,33 lux; kebisingan 41,23 dBA; suhu 23–27°C; RH 50%) memenuhi (SNI) dan Standar ASHRAE 55 yang berlaku. Hambatan utama dalam implementasi bersifat organisasional-meliputi tidak adanya kebijakan keberlanjutan, kapasitas kelembagaan yang terbatas, dan pemantauan sumber daya yang tidak memadai. Kerangka Kerja Peningkatan Kinerja enam tahap yang disesuaikan dengan lahan gambut diusulkan, yang mengintegrasikan klasifikasi hambatan tiga dimensi dan strategi intervensi bertahap selama 36 bulan yang diproyeksikan untuk meningkatkan skor menjadi 46-48 poin, sehingga memungkinkan sertifikasi Greenship Perunggu.
Studi ini memberikan kontribusi ilmiah ganda: studi ini menyediakan penilaian Greenship EB berbasis empiris pertama dari bangunan pendidikan yang ada di tanah lahan gambut di Kalimantan, dan mengusulkan kerangka kerja yang dapat direplikasi yang menghubungkan sertifikasi bangunan hijau dengan tujuan ekonomi rendah karbon nasional Indonesia dan komitmennya untuk mengurangi emisi sektor bangunan sebesar 1,91 juta ton CO₂e pada tahun 2030.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Green Building, Greenship Existing Building Version 1.1, Gedung PPIIG, Keberlanjutan.
Subjects: Ilmu Lingkungan
Teknik Sipil
Fakultas / Prodi: FT > Teknik Sipil (S1)
Depositing User: Riski Al Fajri
Date Deposited: 20 May 2026 08:07
Last Modified: 20 May 2026 08:07
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6193

Actions (login required)

View Item
View Item