COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING STUDI DI DESA MUARA LAUNG II KABUPATEN MURUNG RAYA

Aisyah, Aisyah (2026) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING STUDI DI DESA MUARA LAUNG II KABUPATEN MURUNG RAYA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of cover dafus Aisyah.pdf]
Preview
Text
cover dafus Aisyah.pdf

Download (620kB) | Preview
[thumbnail of AISYAH SKRIPSI FIXS (AutoRecovered).pdf] Text
AISYAH SKRIPSI FIXS (AutoRecovered).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses Collaborative Governance dalam pelaksanaan program pencegahan stunting di Desa Muara Laung II, Kabupaten Murung Raya. Fokus utama penelitian adalah proses kolaborasi antara pemerintah desa, bidan desa, Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), kader posyandu, masyarakat, serta pihak swasta dalam pelaksanaan program pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses tata kelola kolaboratif yang dijalankan oleh para pemangku kepentingan dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, menggunakan teori Collaborative Governance oleh Ansell dan Gash (2008) dengan lima indikator: dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen dalam proses, pemahaman bersama, dan hasil sementara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam pelaksanaan program pencegahan stunting di Desa Muara Laung II secara keseluruhan telah berjalan dengan cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Dialog tatap muka telah berjalan melalui forum musyawarah desa dan kegiatan lapangan, meskipun partisipasi masyarakat dalam forum formal masih perlu ditingkatkan. Kepercayaan antarpihak telah terbangun melalui transparansi, konsistensi pelayanan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Komitmen aktor-aktor internal desa sudah kuat dan konsisten, namun komitmen pihak swasta bersifat pasif karena tidak terbentuk melalui forum koordinasi langsung di tingkat desa. Pemahaman bersama di antara pelaksana program sudah cukup baik, namun di tingkat masyarakat masih terdapat sebagian warga yang belum memahami stunting dengan benar. Hasil sementara yang paling konkret adalah keberhasilan menekan angka stunting serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan posyandu. Dengan demikian, proses kolaborasi yang telah berjalan perlu terus diperkuat, khususnya melalui peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan pemahaman tentang stunting, serta pelibatan pihak swasta yang lebih langsung dan terintegrasi di tingkat desa.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Collaborative Governance, Pencegahan Stunting, Stakeholders, Desa
Subjects: Ilmu Pemerintahan
Fakultas / Prodi: FISIP > Ilmu Pemerintahan (S1)
Depositing User: Aisyah syah
Date Deposited: 21 May 2026 04:33
Last Modified: 21 May 2026 04:33
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6303

Actions (login required)

View Item
View Item