Krisna, Ramadhan (2026) BUDAYA POLITIK SUKU BANJAR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KAHAYAN DAERAH MENDAWAI KELURAHAN PALANGKA KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover + Dapus Krisna Ramadhan.pdf
Download (3MB) | Preview
SKRIPSI KRISNA RAMADHANN (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sosial dan budaya secara mendalam mengenai budaya politik etnis Banjar di daerah aliran sungai Kahayan. Metode studi kasus dipilih karena penelitian ini berfokus pada fenomena spesifik yang terjadi dalam konteks tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori budaya politik dari Gabriel Almond dan Sidney Verba (1967) yang mendefinisikan budaya politik sebagai pola orientasi politik yang dimiliki oleh individu dalam suatu masyarakat. Almond dan Verba mengidentifikasi tiga tipe budaya politik, yaitu budaya politik partisipan, budaya politik subjek, dan budaya politik parokial. Penelitian ini juga menggunakan teori budaya politik digital dan algoritmik dari Ahmad Hadi Radhiyallah (2025) untuk memahami pengaruh media sosial terhadap partisipasi politik generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa budaya politik etnis Banjar di Daerah Mendawai menunjukkan karakteristik parokial-partisipan, yang merupakan perpaduan antara orientasi lokal-pribadi dan partisipasi aktif dalam proses politik. Masyarakat Banjar di wilayah ini aktif terlibat dalam kegiatan politik seperti Pemilihan Umum, Pemilihan Kepala Daerah, musyawarah desa, dan rapat RT/RW, dengan tingkat partisipasi yang tinggi mencapai lebih dari 80% pada Pemilihan Umum 2024. Partisipasi ini sering diwarnai oleh diskusi santai namun serius, seperti ngopi sambil membahas calon berdasarkan prinsip "basandi syarat" (berdasarkan kesepakatan), yang mencerminkan orientasi afektif yang hangat dan inklusif. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya politik etnis Banjar meliputi sistem bubuhan atau kekerabatan luas sebagai pondasi solidaritas dan loyalitas politik, ikatan agama Islam yang membentuk preferensi melalui patron Ulama, serta kedekatan lokalitas dan ekonomi urban yang mendorong pragmatisme dan rasionalitas pemilih. Faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, sehingga budaya politik ini berkontribusi pada stabilitas sosial-politik lokal di tengah keberagaman etnis.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Budaya Politik, Etnis Banjar, Mendawai, Palangka Raya, Sungai Kahayan, Gotong Royong, Musyawarah |
| Subjects: | Ilmu Pemerintahan Ilmu Politik Penelitian Kualitatif |
| Fakultas / Prodi: | FISIP > Ilmu Pemerintahan (S1) |
| Depositing User: | KRISNA RAMADHAN |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 08:43 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 08:43 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6674 |

