Sitorus, Meryska O. (2026) UJI BEBERAPA ATRAKTAN ALAMI DAN METIL EUGENOL TERHADAP LALAT BUAH (Bactrocera spp.) PADA TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
COVER + DAPUS MERYSKA O. SITORUS.pdf
Download (630kB) | Preview
SKRIPSI MERYSKA O. SITORUS FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa atraktan alami yang dikombinasikan dengan metil eugenol terhadap jumlah dan jenis lalat buah yang tertangkap pada tanaman pepaya. Penelitian dilaksanakan di lahan petani pepaya di Jl. Karanggan, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kalimantan Tengah dan Laboratorium Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Februari sampai April 2026. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu A0 = Metil eugenol 0,5 ml; A1 = Ekstrak buah pepaya 5 ml + metil eugenol 0,5 ml; A2 = Ekstrak buah nanas 5 ml + metil eugenol 0,5 ml; A3 = Ekstrak daun kemangi 5 ml + metil eugenol 0,5 ml; dan A4 = Gula ragi 5 ml + metil eugenol 0,5 ml.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan atraktan alami tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah lalat buah yang tertangkap pada tanaman pepaya. Namun, secara deskriptif perlakuan gula ragi + metil eugenol menghasilkan jumlah tangkapan tertinggi yaitu 2.404 ekor, diikuti perlakuan metil eugenol sebanyak 2.300 ekor, ekstrak nanas + metil eugenol sebanyak 2.222 ekor, ekstrak daun kemangi + metil eugenol sebanyak 2.182 ekor, dan terendah pada ekstrak pepaya + metil eugenol sebanyak 1.780 ekor. Jenis lalat buah yang ditemukan terdiri dari 3 spesies yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera umbrosa, dan Bactrocera cucurbitae. Spesies yang paling dominan adalah B. dorsalis sebanyak 10.803 ekor (99,22%), sedangkan B. umbrosa sebanyak 83 ekor (0,76%) dan B. cucurbitae sebanyak 2 ekor (0,02%). Lalat buah yang tertangkap didominasi oleh lalat buah jantan. Nilai indeks keanekaragaman (H’) lalat buah pada seluruh perlakuan tergolong rendah (H’= 0,027-0,064) dan indeks kemerataan (E) lalat buah pada seluruh perlakuan tergolong rendah (E=0,039-0,092) disebabkan dominansi B. dorsalis yang sangat tinggi.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Atraktan alami, Metil eugenol, Lalat buah, Pepaya. |
| Subjects: | Agroteknologi |
| Fakultas / Prodi: | FAPERTA > Agroteknologi (S1) |
| Depositing User: | MERYSKA O. SITORUS |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 07:27 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 07:27 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6725 |

