Hendri, Hendri (2026) ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN METODE PKJI 2023 DAN SIMULASI MENGGUNAKAN PTV VISSIM (STUDI KASUS: JALAN SETH ADJI - JALAN PUTRI JUNJUNG BUIH KOTA PALANGKA RAYA). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover + Dapus HENDRI.pdf
Download (3MB)
Skripsi HENDRI Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB) | Request a copy
Abstract
Bagian jalan raya yang sering terjadi masalah seperti tundaan yang lama dan antrian kendaraan yang panjang adalah daerah persimpangan. Berdasarkan keadaan tersebut maka diperlukan penelitian khususnya pada simpang tak bersinyal di Jl. Seth Adji – Jl. Putri Junjung Buih untuk mengetahui kinerja dari simpang tersebut. Karena pada persimpangan ini merupakan jalan yang cukup ramai disebabkan jalan tersebut merupakan salah satu akses penghubung antar wilayah pemukiman menuju daerah pusat perdagangan di Kota Palangka Raya dan sering terjadinya pertemuan dua atau lebih arus lalu lintas pada waktu yang bersamaan mengakibatkan terjadinya tundaan hingga menimbulkan munculnya potensi kecelakaan lalu lintas di persimpangan tersebut.
Analisis dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023 dan juga menggunakan aplikasi pemodelan transportasi PTV Vissim untuk simulasi hasil dari kondisi simpang.
Hasil penelitian menggunakan metode PKJI 2023 menunjukan pada kondisi eksisting didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 0,71, nilai peluang antrian 20,573% - 41,644%, dan nilai tundaan simpang 12,231 det/smp dengan tingkat pelayanan B. Sedangkan dengan aplikasi PTV Vissim didapatkan nilai panjang antrian untuk Pendekat Utara 8,97 m, Timur 43,51 m, Selatan 14,75 m dan Barat 1,71 m. Nilai tundaan simpang untuk Pendekat Utara 20,77 det/smp, Pendekat Timur 52,31 det/smp, Pendekat Selatan 18,99 det/smp dan Pendekat Barat 15,47 det/smp. Tingkat pelayanan untuk Pendekat Utara adalah C, Timur E, Selatan C dan Barat C. Dari hasil analisis terdapatkan 2 alternatif yang disarankan dan pada alternatif 2 adalah yang paling direkomendasikan yaitu dengan adanya larangan belok kanan pada Pendekat Timur. Hasil analisis menggunakan PKJI 2023 didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) pada simpang sebesar 0.67, nilai peluang antrian pada simpang 18,473% - 37,871% dan nilai tundaan 11,720 det/smp dengan tingkat pelayanan B. Sedangkan dengan aplikasi PTV Vissim didapatkan nilai panjang antrian untuk Pendekat Utara 9,05 m, Timur 0,73 m, Selatan 2,49 m dan Barat 1,14 m, sedangkan nilai tundaan simpang untuk Pendekat Utara 17,33 det/smp, Pendekat Timur 10,04 det/smp, Pendekat Selatan 14,13 det/smp dan Pendekat Barat 9,97 det/smp dengan tingkat pelayanan untuk Pendekat Utara adalah C, Timur B, Selatan B dan Barat B.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Simpang Tak Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Tundaan, PKJI 2023, Vissim |
| Subjects: | Teknik Sipil |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Sipil (S1) |
| Depositing User: | Hendri Hendri |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 08:29 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 08:29 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6918 |

