Gustiyantoro, Luki Rahmawan (2026) PELESTARIAN TRADISI BABARASIH BANUA PADA MASYARAKAT MELAYU KUMAI KALIMANTAN TENGAH DALAM MENJAGA NILAI NILAI GOTONG ROYONG. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover+Dapus LUCKY.pdf
Download (872kB)
SKRIPSI LUCKY Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dilaksanakannya tradisi Babarasih Banua dalam kehidupan masyarakat Melayu Kumai sebagai bagian dari budaya yang mengandung nilai gotong royong dan memiliki keterkaitan dengan budaya kewarganegaraan (civic culture). Tradisi tersebut tidak hanya dipahami sebagai kegiatan adat, tetapi juga sebagai bentuk keterlibatan sosial masyarakat dalam kehidupan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud nilai gotong royong yang terkandung dalam tradisi Babarasih Banua, relevansinya dengan budaya kewarganegaraan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelestarian nilai gotong royong melalui tradisi tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, masyarakat pelaku tradisi, generasi muda, dan akademisi PPKn yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan pengembangan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Babarasih Banua mengandung nilai gotong royong yang tercermin melalui kebersamaan, saling membantu, solidaritas, kesetaraan partisipasi, kepemimpinan, dan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Tradisi ini juga memiliki relevansi dengan budaya kewarganegaraan (civic culture), terutama dalam aspek partisipasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sosial masyarakat. Faktor pendukung pelestarian tradisi meliputi keterlibatan masyarakat, nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, serta peran tokoh adat dan tokoh masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan pendanaan dan perlengkapan, keterlibatan generasi muda yang belum optimal, serta kesibukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian budaya secara berkelanjutan melalui keterlibatan masyarakat, tokoh adat, dan generasi muda agar nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Babarasih Banua tetap terjaga.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | gotong royong, tradisi Babarasih Banua, budaya kewarganegaraan, civic culture, masyarakat Kumai |
| Subjects: | Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan |
| Fakultas / Prodi: | FKIP > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) |
| Depositing User: | Luki Rahmawan Gustiyantoro |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 04:44 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 04:44 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6927 |

