PERLAKUAN METABOLIT SEKUNDER DARI CENDAWAN ENDOFIT TANAMAN TERONG ASAM DAN TERONG PIPIT TERHADAP Rhizoctonia solani PADA BENIH PADI

Salona, Salona (2026) PERLAKUAN METABOLIT SEKUNDER DARI CENDAWAN ENDOFIT TANAMAN TERONG ASAM DAN TERONG PIPIT TERHADAP Rhizoctonia solani PADA BENIH PADI. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Skripsi Salona Fulltext.pdf] Text
Skripsi Salona Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[thumbnail of Cover + Dapus Salona.pdf] Text
Cover + Dapus Salona.pdf

Download (700kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji metabolit sekunder dari cendawan endofit yang diperoleh dari isolasi jaringan terong asam dan terong pipit yang memiliki aktivitas biopestisida terhadap patogen Rhizoctonia solani yang selanjutnya dapat dijadikan salah satu informasi alternatif untuk perlakuan benih padi menggunakan biopestisida yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2026, bertempat di Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya dan Lahan Percobaan Laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian
Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yang diulang
sebanyak 5 kali, maka diperoleh 25 satuan percobaan yaitu perendaman 30 benih pada setiap perlakuan menggunakan volume 50 ml metabolit sekunder dari cendawan endofit terong asam dan terong pipit yaitu Paecilomyces sp, Cylindrocephalum sp, Pseudallescheria, Cephalosporium sp. Hasil penelitian
menunjukkan metabolit sekunder dari cendawan endofit tanaman terong asam dan tanaman terong pipit memiliki aktivitas antagonis terhadap penghambatan cendawan Rhizoctonia solani yang dibuktikan pada parameter daya kecambah (%) benih yang relatif tinggi pada setiap perlakuan dan tidak berbeda nyata satu sama lain, dengan kisaran antara 97% hingga 100%. Aplikasi metabolit sekunder cendawan endofit mampu menginduksi ketahanan benih atau bibit padi terhadap
serangan Rhizoctonia solani berdasarkan pengamatan intensitas penyakit (%) dan kejadian penyakit (%) yang paling rendah yaitu pada perlakuan Pseudallesceria
(E3) sebesar 38,14% pada 3 MST, sedangkan perlakuan Paecilomyces sp. (E1), Cephalosporium (E4), dan Cylindrocephalum sp. (E2), masing-masing menghasilkan intensitas penyakit sebesar 41,23%, 45,33%, dan 45,96%.
Selanjutnya berdasarkan tingkat efikasi perlakuan E3 masih menunjukkan tingkat efikasi tertinggi sebesar 47%, diikuti E1 sebesar 42%, E4 sebesar 32%, dan E2 sebesar 31% di waktu 3 MST.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: benih padi, cendawan endofit, metabolit sekunder, Rhizoctonia solani.
Subjects: Agroteknologi
Fakultas / Prodi: FAPERTA (FPKP) > Agroteknologi (S1)
Depositing User: Salona Salona
Date Deposited: 23 Jul 2026 03:12
Last Modified: 23 Jul 2026 03:12
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7494

Actions (login required)

View Item
View Item