Silitonga, Jonatan (2026) ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN SEFAIRA – SKETCHUP (STUDI KASUS: GEDUNG PUSAT PENGEMBANGAN IPTEK DAN INOVASI GAMBUT UNIVERSITAS PALANGKA RAYA). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangaka Raya.
Cover+Dapus JONATAN SILITONGA.pdf
Download (1MB)
SKRIPSI JONATAN SILITONGA Fullteks.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (52MB) | Request a copy
Abstract
Pentingnya kenyamanan termal pada bangunan bertingkat di wilayah tropis seperti Kota Palangka Raya yang memiliki suhu dan kelembapan tinggi menjadi dasar penelitian ini. Berdasarkan standar ASHRAE 55-2017 dan SNI 03-6572-2001, kenyamanan termal dipengaruhi oleh temperatur udara, kelembapan relatif, kecepatan udara, insulasi pakaian, dan tingkat metabolisme. Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut UPR diduga mengalami ketidaknyamanan termal akibat suhu tinggi dan ventilasi yang kurang optimal, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kenyamanan termal, mengidentifikasi faktor dominan, serta menguji skenario perbaikan desain menggunakan Sefaira pada SketchUp.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan simulatif melalui pengukuran lapangan (suhu, kelembapan, kecepatan angin) dan simulasi kinerja termal menggunakan Sefaira. Analisis dilakukan dengan metode PMV (Predicted Mean Vote) dan uji sensitivitas untuk mengetahui pengaruh parameter, serta simulasi kondisi eksisting dan skenario perbaikan seperti penambahan shading, variasi kaca, serta variasi suhu setpoint AC dan jumlah penghuni untuk mengevaluasi dampaknya terhadap beban panas dan kenyamanan ruang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi termal Gedung PPIIG UPR berada pada kategori slightly warm, dengan suhu ruang di atas 26°C dan nilai PMV di luar batas kenyamanan. Temperatur udara menjadi faktor dominan akibat radiasi matahari, beban panas internal, serta minimnya shading. Simulasi menunjukkan bahwa penambahan shading mampu menurunkan beban pendinginan sekitar 8%, sedangkan penggunaan kaca saja kurang signifikan. Kombinasi shading dan kaca multi-panel menjadi strategi paling efektif dalam meningkatkan performa termal bangunan. Variasi suhu setpoint AC dan jumlah penghuni juga berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan termal. Penurunan suhu setpoint mendekatkan nilai PMV ke kondisi netral sehingga meningkatkan kenyamanan, sedangkan peningkatan jumlah penghuni menambah beban panas internal dan menurunkan kenyamanan. Secara simulatif, suhu 22°C menghasilkan kenyamanan termal terbaik, sementara suhu 25°C masih cukup nyaman meskipun cenderung slightly warm, terutama jika didukung kelembapan terkendali, sirkulasi udara baik, dan pakaian ringan (±0,3–0,5 clo) dan masih sesuai dengan batas nyaman suhu adaptif di iklim tropis(24oc-28oc).
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Kenyamanan termal, bangunan bertingkat, PMV (Predicted Mean Vote), Sefaira-SketchUp, ASHRAE 55-2017, SNI 03-6572-2001. |
| Subjects: | Teknik Sipil |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Sipil (S1) |
| Depositing User: | Jonatan Silitonga |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:25 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:25 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7639 |

