Saragih, Yovia Sari (2026) PUSAT KESEHATAN MENTAL NON-MEDIS DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK HEALING ENVIRONMENT. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover+Dapus YOVIA SARI SARAGIH.pdf
Download (1MB)
Skripsi YOVIA SARI SARAGIH Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Gangguan kesehatan mental, atau sering disebut juga dengan gangguan jiwa, adalah kondisi yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku. Gangguan ini dapat berdampak pada suasana hati, kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, dan fungsi sehari-hari. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Faktor penyebab tingginya masalah kesehatan mental juga dipicu dari kurang adanya keterbukaan masyarakatmengenai hal itu, serta minimnya edukasi dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat akan hal tersebut. Ini menjadikan Pusat Kesehatan Mental sebagai sarana pelayanan pemulihan dan peningkatan kesehatan mental pasien agar kualitas hidupnya dan kemandirian pasien dapat meningkat. Healing Environment mambantu mencapai tujuan Pusat Kesehatan Mental, karena dikutip dari jurnal senTHong (2021) menurut Nugroho (2021) terdapat beberapa karakteristik prinsip Healing Environment yang harus dipenuhi agar menghasilkan rancangan desain yang nyaman, serta memperhatikan kebutuhan ruang pasie Metode penelitian yang digunakan adalah skoring objek penelitian dalam bentuk studi preseden berdasarkan variable karakteritik prinsip Healing Environment yang ada.
Hasil penelitian ini mendapatkan penerapan skala prioritas karakteristik prinsip Healing Environment pada bangunan Pusat Kesehatan Mental, pertama, meciptakan kondisi udara yang baik dengan bukaan dan vegetasi. Kedua, menggnakan material kaca dan terdapat skylight untuk ases masuk pencahayaan alami. Ketiga, menggunakan warna yang sesuai kebutuhan dan fungsi ruang. Keempat, menciptakan view yang baik untuk positive distraction. Kelima, menciptakan Noise Control dengan mengadakan programprogram tertentu. Dan rekomendasi penelitian ini adalah memperbanyak studi preseden serta melakukan observasi langsung ke bangunan terkait sehingga dapat mengetahui secara langsung bagaimana desain ruang yang baik pada bangunan Pusat Kesehatan Mental.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | kesehatan mental, Healing Environment, dan Pusat Kesehatan Mental. |
| Subjects: | Bidang Perancangan Arsitektur |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Arsitektur (S1) |
| Depositing User: | Yovia Sari Saragih |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:09 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:09 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7678 |

