ANALISIS SIFAT BIOLOGI TANAH PADA RHIZOSFER Nephrolepis biserrata DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Munthe, Oktaviana Hottaruli (2026) ANALISIS SIFAT BIOLOGI TANAH PADA RHIZOSFER Nephrolepis biserrata DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of SKRIPSI OKTAVIANA HOTTARULI MUNTHE FULLTEXS (1).pdf] Text
SKRIPSI OKTAVIANA HOTTARULI MUNTHE FULLTEXS (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[thumbnail of Cover 2 + Dapus SKRIPSI OKTAVIANA HOTTARULI MUNTHE.pdf] Text
Cover 2 + Dapus SKRIPSI OKTAVIANA HOTTARULI MUNTHE.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan menganalisis indeks keanekaragaman mikroba (jamur dan bakteri) serta kandungan sifat tanah (C-organik, N-total, pH, suhu, dan kelembapan) pada rhizosfer Nephrolepis biserrata (pakis pedang) di perkebunan kelapa sawit lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di PT. Lifere Agro Kapuas (LAK), Kalimantan Tengah, dengan membandingkan tiga kondisi pengelolaan vegetasi: lahan tanpa N. biserrata (G32), lahan dengan N. biserrata tidak dikelola (G19), dan lahan dengan N. biserrata dikelola (F32). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium menggunakan metode Simple Random Sampling. Hasil isolasi jamur menemukan dua genus utama, yaitu Fusarium sp. dan Trichoderma sp.. Pada lahan dikelola (F32), agens hayati Trichoderma sp. sangat mendominasi (9 isolat) dibandingkan Fusarium sp. (1 isolat), yang mengindikasikan terbentuknya tanah supresif alami. Hasil isolasi bakteri mengidentifikasi genus Bacillus sp. pada lahan tanpa pakis (G32); Bacillus sp. dan Bacillus mycoides pada lahan tidak dikelola (G19); serta Bacillus sp., Bacillus mycoides, dan Pseudomonas sp. pada lahan dikelola (F32). Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H') bakteri menunjukkan nilai tertinggi pada lahan dikelola (F32) sebesar 1,03 (kategori sedang), dibandingkan lahan tidak dikelola sebesar 0,68 (kategori rendah), dan tanpa pakis sebesar 0,00 (sangat rendah). Analisis sifat tanah menunjukkan lahan dikelola (F32) memiliki C-Organik tertinggi (3,74% / Kriteria Tinggi), N-Total (0,34% / Kriteria Sedang), dan pH yang lebih netral (6,6) dibandingkan lahan tanpa pakis. Suhu tanah (29°C) dan kelembapan (85%) relatif stabil dan optimal di semua perlakuan. Kesimpulannya, pengelolaan vegetasi N. biserrata secara berkala mampu memperbaiki kualitas biokimia tanah sulfat masam secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Nephrolepis biserrata, Rhizosfer, Mikroba Tanah, Kelapa Sawit, Tanah Sulfat Masam.
Subjects: Agroteknologi
Fakultas / Prodi: FAPERTA (FPKP) > Agroteknologi (S1)
Depositing User: Oktaviana Hottaruli Munthe
Date Deposited: 28 Jul 2026 04:32
Last Modified: 28 Jul 2026 04:32
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7712

Actions (login required)

View Item
View Item