PENGARUH EKSTRAK BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti SEBAGAI PENUNJANG MATERI ZOOLOGI INVERTEBRATA

Yulfanda, Aradea Febri Putri (2026) PENGARUH EKSTRAK BATANG SERAI WANGI (Cymbopogon nardus) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti SEBAGAI PENUNJANG MATERI ZOOLOGI INVERTEBRATA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of COVER + DAPUS ARADEA FEBRI PUTRI YULFANDA.pdf] Text
COVER + DAPUS ARADEA FEBRI PUTRI YULFANDA.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI ARADEA FEBRI PUTRI YULFANDA FULLTEXT.pdf] Text
SKRIPSI ARADEA FEBRI PUTRI YULFANDA FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Peningkatan kasus DBD juga terjadi di Kota Palangka Raya, yaitu dari 46 kasus pada tahun 2021 menjadi 121 kasus pada tahun 2022 atau mengalami peningkatan sekitar 163%. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berperan sebagai vektor utama virus dengue. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menyebabkan resistensi pada nyamuk, pencemaran lingkungan, serta berdampak negatif terhadap organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai larvasida alami adalah serai wangi (Cymbopogon nardus) yang mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, geraniol, dan sitronelol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti serta pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar berupa booklet pada mata kuliah Zoologi Invertebrata. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas enam perlakuan, yaitu kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), serta ekstrak batang serai wangi dengan konsentrasi 6%, 12%, 18%, dan 24%. Setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan dengan jumlah 20 ekor larva Aedes aegypti instar IV pada setiap ulangan. Pengamatan mortalitas larva dilakukan pada jam ke-2, 4, 8, 16, dan 24 setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji One-Way ANOVA, dan uji lanjut Games-Howell menggunakan software Jamovi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak batang serai wangi (Cymbopogon nardus) berpengaruh signifikan terhadap mortalitas larva Aedes aegypti (p < 0,05). Rata-rata mortalitas larva pada pengamatan 24 jam berturut-turut adalah K- (0,00%), K+ (12,50%), konsentrasi 6% (53,75%), 12% (80,00%), 18% (95,00%), dan 24% (100,00%). Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan, semakin tinggi pula mortalitas larva yang dihasilkan. Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi 18% dan 24% tidak berbeda nyata, sehingga konsentrasi 18% dinilai telah efektif dalam menyebabkan mortalitas larva Aedes aegypti.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), Serai wangi (Cymbopogon nardus), Larva Nyamuk Aedes aegypti
Subjects: Pendidikan Biologi
Fakultas / Prodi: FKIP > Pendidikan Biologi (S1)
Depositing User: ARADEA FEBRI PUTRI YULFANDA
Date Deposited: 29 Jul 2026 05:05
Last Modified: 29 Jul 2026 05:05
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7765

Actions (login required)

View Item
View Item