INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI KAWASAN WISATA ALAM SAHAI TAMBI BALU, DESA TAHAWA, KABUPATEN PULANG PISAU

Sitopu, Rindi Natali (2026) INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL DI KAWASAN WISATA ALAM SAHAI TAMBI BALU, DESA TAHAWA, KABUPATEN PULANG PISAU. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover + Dapus RINDI NATALI SITOPU.pdf] Text
Cover + Dapus RINDI NATALI SITOPU.pdf

Download (6MB)
[thumbnail of Skripsi RINDI NATALI SITOPU Fulltext.pdf] Text
Skripsi RINDI NATALI SITOPU Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Tumbuhan obat tradisional merupakan tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pengobatan alami berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun. Kawasan Wisata Alam Sahai Tambi Balu, Desa Tahawa, Kabupaten Pulang Pisau memiliki potensi keanekaragaman tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, namun informasi mengenai. jenis dan pemanfaatannya masih belum terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat, mengetahui bagian organ tumbuhan yang digunakan sebagai obat, serta mengetahui cara pengolahan dan penggunaannya oleh masyarakat di Kawasan Wisata Alam Sahai Tambi Balu, Desa Tahawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif melalui metode jelajah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan identifikasi tumbuhan. Penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 24 spesies tumbuhan obat yang tergolong ke dalam 17 famili. Famili yang paling banyak ditemukan yaitu Poaceae dengan 4 spesies (16,67%), sedangkan tumbuhan yang paling banyak disebut oleh informan adalah bajakah kalalawit (Uncaria gambir Roxb.). Bagian organ tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi akar, daun, batang, umbi, buah, dan rimpang. Akar merupakan bagian yang paling banyak digunakan (42,86%), sedangkan buah dan rimpang merupakan bagian yang paling sedikit dimanfaatkan (2,86%). Tumbuhan obat diolah dengan cara direbus, direndam air panas, ditumbuk, digosok, dan lagsung digunakan, dengan cara pengolahan yang paling dominan yaitu direbus (64,71%). Adapun penggunaan tumbuhan obat dilakukan dengan cara diminum, ditempel, dioles dan dikonsumsi langsung, dengan cara penggunaan yang paling dominan yaitu diminum (79,31%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tahawa masih memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan tersebut diwariskan secara turun-temurun sehingga perlu didokumentasikan sebagai upaya pelestarian pengetahuan lokal.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Inventarisasi, tumbuhan obat, konservasi, pemanfaatan tumbuhan, Wisata Alam Sahai Tambi Balu
Subjects: Biologi
Fakultas / Prodi: FMIPA > Biologi (S1)
Depositing User: Rindi Natali Sitopu
Date Deposited: 30 Jul 2026 04:37
Last Modified: 30 Jul 2026 04:37
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7793

Actions (login required)

View Item
View Item