SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BALOK GLULAM KOMBINASI DARI KAYU AKASIA (Acacia mangium Willd) DAN KAYU BANGKIRAI (Shorea laevis Ridl) MENGGUNAKAN PEREKAT PVAc

Simanungkalit, Diani Febriati (2026) SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA BALOK GLULAM KOMBINASI DARI KAYU AKASIA (Acacia mangium Willd) DAN KAYU BANGKIRAI (Shorea laevis Ridl) MENGGUNAKAN PEREKAT PVAc. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Bagian_Awal_dan_Daftar_Pustaka.pdf] Text
Bagian_Awal_dan_Daftar_Pustaka.pdf

Download (456kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
_SKRIPSI SIFAT_FISIKA_DAN_MEKANIKA_BALOK_GLULAM_DARI_KAYU_AKASIA( DIANI SIMANUNGKALIT).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisika dan mekanika balok glulam yang terbuat dari kombinasi kayu Akasia dan Bangkirai dengan menggunakan perekat polivinil asetat (PVAc). Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tujuh perlakuan, yaitu dua kontrol kayu utuh dan lima kombinasi susunan lamina glulam, masing-masing dengan tiga ulangan. Sifat fisika yang diuji meliputi kadar air dan berat jenis, sedangkan sifat mekanika meliputi Modulus Elastisitas (MOE) dan Modulus Patah (MOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 14%–27%, sedangkan nilai berat jenis berkisar antara 0,68–0,93. Berdasarkan klasifikasi kelas kuat kayu menurut Oey (1990) berdasarkan nilai berat jenis, perlakuan P3 (0,93) dan P5 (0,91) termasuk dalam kelas kuat I, sementara itu, perlakuan Kontrol A (0,68), Kontrol B (0,72), P1 (0,87), P2 (0,87), dan P4 (0,87) termasuk dalam kelas kuat II . Nilai MOE tertinggi diperoleh pada kontrol kayu utuh Bangkirai sebesar 171.723,98 kgf/cm², sedangkan nilai MOR tertinggi diperoleh pada kontrol kayu utuh Akasia sebesar 1.023,07 kgf/cm². Secara umum, balok glulam yang dihasilkan menunjukkan sifat mekanika yang baik, terutama pada kekakuan dan kekuatan lentur. Berdasarkan klasifikasi kelas kuat kayu menurut PKKI NI-5 1961, sebagian besar nilai MOE termasuk dalam kelas kuat I, sedangkan perlakuan P1 termasuk dalam kelas kuat II, yang menunjukkan bahwa balok glulam memiliki tingkat kekakuan yang relatif tinggi. Sementara itu, berdasarkan klasifikasi kelas kuat kayu Oey (1990), seluruh nilai MOR berada dalam kelas kuat II, yang menunjukkan kemampuan balok glulam yang baik dalam menahan beban lentur hingga mencapai titik patah. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kombinasi susunan lamina tidak memberikan pengaruh nyata (p > 0,05) terhadap kadar air, berat jenis, MOE, maupun MOR.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: glulam, Akasia, Bangkirai, PVAc, Sifat Fisika, Mekanika
Subjects: Kehutanan
Penelitian Kuantitatif
Fakultas / Prodi: FAPERTA (FPKP) > Kehutanan (S1)
Depositing User: Mis Diani Febriati Simanungkalit
Date Deposited: 07 Aug 2026 04:33
Last Modified: 07 Aug 2026 04:33
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7915

Actions (login required)

View Item
View Item