Felix, Caesar (2026) PENETAPAN TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) FERRY PENYEBERANGAN TRUK SAWIT DI DESA RANTAU ASEM KECAMATAN KATINGAN TENGAH KABUPATEN KATINGAN. Sarjana (S1) thesis, UNIVERSITAS PALANGKA RAYA.
COVER + DAPUS_CAESAR FELIX.pdf
Download (757kB)
SKRIPSI_CAESAR FELIX_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB) | Request a copy
Abstract
Perkebunan kelapa sawit memiliki peranan penting dalam struktur perekonomian di banyak wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. membahas pentingnya sistem transportasi dalam mendukung distribusi hasil perkebunan kelapa sawit, khususnya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur darat seperti Desa Rantau Asem yang bergantung pada ferry penyeberangan untuk mobilitas truk TBS. Permasalahan utama terletak pada penetapan tarif ferry yang masih bersifat konvensional dan belum berdasarkan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK), sehingga berpotensi tidak mencerminkan biaya operasional yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung BOK ferry serta menganalisis kesesuaian tarif yang berlaku guna memperoleh tarif yang lebih wajar, rasional, dan berkelanjutan, dengan batasan pada analisis biaya operasional berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 66 Tahun 2019, serta diharapkan memberikan manfaat teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu transportasi dan pengambilan kebijakan. Hasil penelitian mengenai operasional ferry penyeberangan truk sawit di Desa Rantau Asem, meliputi gambaran umum kapal, kepemilikan jasa oleh pihak swasta, serta analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh total BOK sebesar Rp150.950/km dan Rp90.570 per rit untuk jarak 0,6 km, dengan komponen biaya terbesar berasal dari bahan bakar dan upah awak kapal. Selanjutnya, tarif berdasarkan perhitungan BOK dengan mempertimbangkan load factor sebesar 50% adalah Rp99.627 per truk per rit, sedangkan tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp160.000 per rit, sehingga menunjukkan bahwa tarif eksisting jauh lebih tinggi dibandingkan tarif berdasarkan BOK. Analisis juga menunjukkan bahwa operator tetap memperoleh keuntungan pada kedua skenario tarif, namun tarif yang berlaku memberikan keuntungan lebih besar dan memungkinkan tercapainya titik impas (BEP) lebih cepat.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Tarif Ferry Penyebarangan Transpotasi TBS, Load Factor, Break Even Point (BEP) |
| Subjects: | Teknik Sipil |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Sipil (S1) |
| Depositing User: | CAESAR FELIX |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 07:32 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 07:32 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8063 |

