Manullang, Arnoldus J.B (2026) UJI EFEKTIVITAS FERMENTASI NANAS SEBAGAI ATRAKTAN ALAMI TERHADAP TANGKAPAN KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros) PADA KELAPA SAWIT DI PT. LIFERE AGRO KAPUAS. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
COVER SKRIPSI + DAPUS_ARNOLDUS J.B MANULLANG.pdf
Download (602kB)
SKRIPSI_ARNOLDUS J.B. MANULLANG_Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan utama di Indonesia, namun produktivitasnya sering terkendala oleh serangan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) Pengendalian hama ini secara ramah lingkungan dapat dilakukan menggunakan sistem perangkap yang dipadukan dengan atraktan alami. Fermentasi nanas diketahui menghasilkan senyawa volatil yang bersifat atraktif terhadap kumbang tanduk. Selain jenis bahan fermentasi yang digunakan, lama fermentasi memengaruhi jumlah dan komposisi senyawa volatil yang dihasilkan, sehingga dapat menentukan tingkat ketertarikan kumbang tanduk terhadap perangkap.
Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit PT Lifere Agro Kapuas, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah pada bulan Mei–Juni 2026. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas fermentasi sari buah nanas dengan penambahan gula merah dan air kelapa tua sebagai atraktan alami dalam menarik kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) dibandingkan dengan penggunaan feromon sintetis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 21 satuan percobaan. Variabel yangdiamati meliputi persentase serangan, intensitas serangan, jumlah kumbang tertangkap, nisbah kelamin, dan tingkat efektivitas atraktan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan kumbang tanduk pada lokasi penelitian tergolong tinggi, yaitu 54–60%, namun intensitas serangan masih tergolong ringan (17,2–21,6%). Perlakuan feromon sintetis (P0) menghasilkan rata-rata tangkapan kumbang tertinggi pada seluruh periode pengamatan dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan fermentasi nanas sebagai atraktan alami. Hal ini menunjukkan bahwa feromon sintetis lebih efektif dalam menarik imago Oryctes rhinoceros dibandingkan perlakuan fermentasi nanas sebagai atraktan alami.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Oryctes rhinoceros, atraktan alami, fermentasi nanas, kelapa sawit |
| Subjects: | Agroteknologi |
| Fakultas / Prodi: | FAPERTA (FPKP) > Agroteknologi (S1) |
| Depositing User: | Arnoldus J.B Manullang |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 02:59 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 02:59 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8069 |

