ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN PULANG PISAU MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Meykisandi, Yotam (2026) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN PULANG PISAU MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of COVER + DAPUS YOTAM MEYKISANDI (1).pdf]
Preview
Text
COVER + DAPUS YOTAM MEYKISANDI (1).pdf

Download (12MB) | Preview
[thumbnail of Skripsi YOTAM MEYKISANDI Fulltext.pdf] Text
Skripsi YOTAM MEYKISANDI Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembangunan dan dapat menimbulkan dampak terhadap waktu, biaya, dan kualitas pekerjaan. Di Kabupaten Pulang Pisau, keterlambatan proyek konstruksi dipengaruhi oleh berbagai kondisi, seperti keterbatasan pendanaan, kondisi lahan yang tidak sesuai dokumen, serta faktor eksternal lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi, menentukan faktor yang paling dominan, serta merumuskan strategi mitigasi keterlambatan proyek di Kabupaten Pulang Pisau.
Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan bantuan Expert Choice melalui struktur hierarki yang terdiri atas tujuan, tujuh kriteria utama, dan 25 subfaktor. Kriteria utama meliputi faktor sumber daya manusia, dokumen dan ruang lingkup pekerjaan, perencanaan dan penjadwalan, alat dan material, faktor eksternal, keuangan dan biaya, serta regulasi dan administratif. Perbandingan berpasangan dilakukan untuk memperoleh bobot prioritas dan menguji konsistensi penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan proyek konstruksi di Kabupaten Pulang Pisau adalah faktor keuangan dan biaya dengan bobot prioritas sebesar 0,274, diikuti faktor regulasi dan administratif sebesar 0,243, serta faktor eksternal sebesar 0,226. Tiga subfaktor dominan adalah dana kontraktor terbatas dengan bobot global sebesar 0,205, proses perizinan lambat sebesar 0,182, dan lahan tidak sesuai dokumen sebesar 0,121. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi penguatan finansial kontraktor, percepatan perizinan dan administrasi proyek, serta peningkatan ketelitian survei.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: keterlambatan proyek konstruksi, Analytical Hierarchy Process (AHP), faktor dominan, mitigasi keterlambatan, Kabupaten Pulang Pisau
Subjects: Teknik Sipil
Fakultas / Prodi: FT > Teknik Sipil (S1)
Depositing User: YOTAM MEYKISANDI
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:44
Last Modified: 08 Sep 2026 02:44
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8206

Actions (login required)

View Item
View Item