PEMETAAN ESTIMASI POTENSI AIR LARIAN BERBASIS DATA LAJU INFILTRASI DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA

Kurniawan, Singgih (2026) PEMETAAN ESTIMASI POTENSI AIR LARIAN BERBASIS DATA LAJU INFILTRASI DI KECAMATAN JEKAN RAYA KOTA PALANGKA RAYA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover + Dapus SINGGIH KURNIAWAN.pdf]
Preview
Text
Cover + Dapus SINGGIH KURNIAWAN.pdf

Download (6MB) | Preview
[thumbnail of Skripsi SINGGIH KURNIAWAN Fulltext.pdf] Text
Skripsi SINGGIH KURNIAWAN Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy

Abstract

Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan penggunaan lahan yang cukup pesat, seperti per-mukiman, lahan terbuka, dan pertanian lahan kering. Perubahan penggunaan lahan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan tanah dalam meresapkan air hujan ke dalam tanah sehingga meningkatkan potensi aliran permukaan atau air larian. Tingginya air larian dapat menyebabkan genangan dan menurunkan kemampuan daerah dalam menyerap air hujan. Salah satu parameter penting dalam menentukan potensi air larian adalah laju infiltrasi tanah yang diklasifikasikan berdasarkan Hy-drologic Soil Group (HSG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran laju infiltrasi serta memetakan potensi air larian di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.
Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran laju infiltrasi pada 16 titik penelitian menggunakan Double Ring Infiltrometer. Data hasil pengukuran kemudian diolah menggunakan perangkat lunak ArcGIS dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan Kriging untuk menghasilkan peta sebaran laju infiltrasi dan potensi air larian. Analisis dilakukan berdasarkan klasifikasi Hy-drologic Soil Group (HSG) serta mempertimbangkan faktor jenis tanah dan curah hujan pada wilayah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju infiltrasi pada 16 titik pengukuran berkisar antara 1,08 cm/jam hingga 4,68 cm/jam. Berdasarkan klasifikasi Hydro logic Soil Group (HSG), sebagian besar titik pengukuran termasuk kelompok C dengan laju infiltrasi 1–4 cm/jam dan potensi air larian sedang, sedangkan bebera-pa titik termasuk kelompok B dengan laju infiltrasi 4–8 cm/jam dan potensi air larian kecil. Hasil pemetaan metode IDW menunjukkan bahwa kelas laju infiltrasi 0–1 cm/jam memiliki luas terbesar yaitu 275,3917 km², diikuti kelas 1–4 cm/jam seluas 164,7405 km² dan kelas 4–8 cm/jam seluas 1,7968 km². Sementara itu, hasil pemetaan metode Kriging menunjukkan luas kelas 0–1 cm/jam sebesar 271,2102 km², kelas 1–4 cm/jam seluas 169,5742 km², dan kelas 4–8 cm/jam seluas 1,1638 km². Penggabungan parameter laju infiltrasi, curah hujan, dan jenis tanah menun jukkan bahwa Kecamatan Jekan Raya didominasi klasifikasi laju infiltrasi 0–1 cm/jam, curah hujan 2400–2800 mm/tahun, dan jenis tanah Terric Haplosaprists. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah memiliki kemampuan in filtrasi rendah sehingga air hujan cenderung menjadi aliran permukaan dan mengindikasikan potensi air larian tinggi hingga sedang.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Infiltrasi, Potensi Air Larian, Inverse Distance Weighting (IDW), Kriging, Hydrologic Soil Group (HSG), Double Ring Infiltrometer
Subjects: Teknik Sipil
Fakultas / Prodi: FT > Teknik Sipil (S1)
Depositing User: Singgih Kurniawan
Date Deposited: 08 Sep 2026 02:48
Last Modified: 08 Sep 2026 02:48
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8293

Actions (login required)

View Item
View Item