Fauzan, Anaknda (2026) ANALISIS WASTE MATERIAL TULANGAN BANGUNAN STRUKTUR BAWAH MENGGUNAKAN BAR BENDING SCHEDULE (STUDI KASUS : RTH BUNDARAN BESAR KOTA PALANGKA RAYA). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover + Dapus Anaknda Fauzan Syahrani Duna.pdf
Download (4MB) | Preview
Skripsi Anaknda Fauzan Syahrani Duna Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (14MB) | Request a copy
Abstract
Baja tulangan termasuk material bernilai ekonomis tinggi yang mencakup sekitar 20–30% biaya pengadaan material dan menjadi salah satu sumber waste terbesar pada pekerjaan konstruksi. Pada objek penelitian, pekerjaan beton bertulang memiliki bobot 45,99% dari total nilai proyek, sedangkan struktur bawah yang meliputi pile cap, dinding basemen, dan pelat basemen mencapai 13,27% dari total nilai proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan consumable material dan non consumable material tulangan berdasarkan Bar Bending Schedule (BBS), menganalisis potensi penghematan biaya akibat optimasi waste material, serta mengevaluasi efektivitas metode Building Information Modeling (BIM) dalam mengurangi waste dibandingkan metode konvensional.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus pada proyek Pembangunan RTH Ex KONI Kota Palangka Raya dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan agustus 2025 sampai dengan April 2026. Data yang digunakan berupa data sekunder yang terdiri atas DED dan RAB. Teknik analisis dilakukan menggunakan metode BIM dengan bantuan Autodesk Revit 2025 untuk pemodelan 3D dan penyusunan BBS, serta Cutting Optimization Pro untuk optimasi pola pemotongan tulangan dan analisis waste material. Hasil optimasi kemudian dikonversikan ke nilai ekonomis berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Tahun 2025 dan dibandingkan dengan metode konvensional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa consumable material tulangan terdiri dari baja D16 sepanjang 77.240,469 m dengan berat 121.885,46 kg dan D22 sepanjang 59.222,795 m dengan berat 176.780,05 kg, sehingga total berat tulangan terpasang sebesar 302.030,50 kg. Non consumable material/waste yang dihasilkan sebesar 4.625,00 kg untuk D16 dan 9.720,69 kg untuk D22 dengan total waste 21.443,92 kg. Optimasi menggunakan metode BIM menghasilkan biaya waste sebesar Rp54.379.460,62, sedangkan metode konvensional mencapai Rp363.645.678,84, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp307.764.938,42 atau sekitar 85,05% dibanding metode konvensional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan BIM lebih efektif dan efisien dalam mengurangi waste material tulangan serta menekan biaya proyek dibandingkan metode konvensional.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Optimasi, struktur bawah, BBS, BIM |
| Subjects: | Teknik Sipil |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Sipil (S1) |
| Depositing User: | Anaknda Fauzan |
| Date Deposited: | 10 Sep 2026 07:48 |
| Last Modified: | 10 Sep 2026 07:48 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8354 |

