Natalina, Yohana Yesie (2026) NILAI PANCASILA DALAM TRADISI LAWANG SEKEPENG PADA PERKAWINAN ADAT DAYAK NGAJU DI DESA TANJUNG JORONG KECEMATAN TUALAN HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
COVER + DAPUS YOHANA yeS 16 SEPTEMBER 2026.pdf
Download (1MB)
SKRIPSI TERBARU YOHANA FULLTEXT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Fakultas Keguruandan Ilmu Pendidikan, JurusanPendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Palangka Raya, Dosen Pembimbing Dr. Eli Karliani,M.Pd. Dosen Pembimbing II Firman,M,H Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pelaksanaan Tradisi Lawang Sekepeng pada Pernikahan Dayak Masyarakat Desa Tanjung Jorong serta mendeskripsikan dan menganalisis apa saja Nilai Pancasila Dalam Tradisi Lawang Sekepeng Masyarakat Dayak Desa Tanjung Jorong Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah deskriptif, subjek penelitian adalah Mantir Adat,LPMD Pisor,Masyarakat 4 orang. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan Tradisi Lawang Sekepeng masyarakat Dayak di Desa Tanjung Jorong Kecamatan Tualan Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur yaitu Masyarakat Desa Tanjung Jorong tetapmelestarikan Tradisi Lawang Sekepeng ini karena sudah turun-temurun dari nenekmoyang dahulu, dan dilakukan sejak adanya suku Dayak Desa Tanjung Jorong karenamasyarakat Dayak Tanjung Jorong menggunakan ritual Adat Lawang Sekepeng untuk pernikahan Dayak. Meskipun ditengah-tengah kemajuan zaman Tradisi Lawang Sekepeng tetap dipertahankan. Tradisi Lawang Sekepeng dilakukan dengan Persiapan tahap yaitu, menyiapakan bahan seperti kayu dan pelepah daun kelapa muda untuk membuat pintu lawang (gapura ), janur kuning (pucuk kelapa) benang dan bungan serta bahan pelengkap ritual yaitu piring, beras kuning , air. proses Lawang Sekepeng ini terdapat 4 tahap yaitu : Persiapan dan Pemasangan Gapura yang melambangkan rintangan hidup, hubungan buruk, dan maut yang harus diputuskan dalam, prosesnya Pertunjukan Silat (Kuntau),Pemutusan Tali (Mambuka Lawang), tali ini melambangkan penghalang yang harus disingkirkan agar pasangan pengantin atau tamu dapat masuk dengan selamat dan terhindar dari marabahaya. Iringan Musik Sepanjang atraksi, pemain musik memainkan gerantung (gong khas Dayak) untuk memeriahkan suasana. Kemudian setelah benang berhasil diputuskan dan "pintu" terbuka, rombongan pengantin diperbolehkan masuk.Biasanya, prosesi ini dilanjutkan dengan ritual Mamapas pembersihan diri dari energi negatif atau unsur jahat sebelum memasuki rumah. di Desa Tanjung Jorong memiliki Nilai Pancasila sebagai berikut :(1) Nilai Ketuhanan, (2) Nilai Kemanusiaan, (3) Nilai Persatuan, (4) Nilai Kerakyatan, (5) Nilai Keadilan.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Nilai Pancasila, Tradisi Lawang Sekepeng, Pernikahan Dayak. |
| Subjects: | Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan |
| Fakultas / Prodi: | FKIP > Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) |
| Depositing User: | Yohana Yesie Natalina |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 04:15 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 04:15 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8434 |

