Ginting, Abigail Br (2026) FENOMENA NONGKRONG DI WARUNG KITAKAZE SEBAGAI SARANA MEMBANGUN SOLIDARITAS ETNIS MASYARAKAT KARO DI KOTA PALANGKA RAYA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover + Dapus Abigail.pdf
Download (904kB)
Skripsi Abigail Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Abstract
Abigail Br Ginting, Nim 223020701050, Mahasiswa Jurusan Sosiologi Pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya, Fenomena Nongkrong di Warung KitaKaze Sebagai Sarana Membangun Solidaritas Etnis Masyarakat Karo di Kota Palangka Raya. Tim Pembimbing: Dr. Joni Rusmanto, M.SI dan M. Zainuddin Lutfi Fauzi, S.Sos., M.Sosio Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena nongkrong masyarakat Karo di Warung KitaKaze Kota Palangka Raya yang tidak hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya interaksi sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Warung KitaKaze sebagai sarana membangun solidaritas etnis masyarakat Karo serta sebagai ruang sosial dalam mempertahankan identitas dan kesadaran kolektif masyarakat Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan pemilihan informan secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas nongkrong di Warung KitaKaze menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas etnis masyarakat Karo. Interaksi yang dilakukan melalui percakapan, berbagi cerita dan pengalaman, berdiskusi, bermain, serta bernyanyi menciptakan hubungan sosial yang lebih dekat dan memperkuat rasa kebersamaan. Penggunaan bahasa Karo, praktik ertutur dan man belo, makanan khas Karo, serta suasana yang mencerminkan budaya Karo turut memperkuat identitas etnis dan kesadaran kolektif. Berdasarkan perspektif solidaritas mekanik Émile Durkheim, kesamaan nilai, budaya, norma, dan pengalaman menjadi dasar terbentuknya rasa memiliki dan ikatan moral antaranggota masyarakat Karo. Sementara itu, perspektif ruang sosial Henri Lefebvre menunjukkan bahwa Warung KitaKaze merupakan ruang yang terbentuk melalui interaksi, praktik budaya, dan hubungan sosial yang berlangsung secara berulang. Selain memperkuat solidaritas masyarakat Karo, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya diskriminasi terhadap etnis lain, sehingga masyarakat dari latar belakang etnis berbeda tetap dapat berinteraksi dan merasa diterima. Dengan demikian, Warung KitaKaze tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang sosial yang memperkuat solidaritas, mempertahankan identitas budaya Karo, dan mendukung terciptanya hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat multietnis di Kota Palangka Raya.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Nongkrong, Solidaritas Etnis, Masyarakat Karo, Ruang Sosial, Warung KitaKaze. |
| Subjects: | Sosiologi |
| Fakultas / Prodi: | FISIP > Sosiologi (S1) |
| Depositing User: | ABIGAIL GINTING |
| Date Deposited: | 22 Sep 2026 04:41 |
| Last Modified: | 22 Sep 2026 04:49 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8450 |

