Rifael, Rifael (2026) PERAN BROKER DALAM FENOMENA POLITIK UANG PADAPEMILIHAN LEGISLATIF 2024 DI KELURAHAN TEHANG,KECAMATAN MANUHING RAYA, KABUPATEN GUNUNG MAS. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover + Dapus SKRIPSI RIFAEL.pdf
Download (720kB)
SKRIPSI RIFAEL Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran broker dalam fenomenapolitik uang pada Pemilihan Legislatif 2024 di Kelurahan Tehang, KecamatanManuhing Raya, Kabupaten Gunung Mas, serta memahami relasi antara broker,kandidat, dan pemilih melalui kerangka patronase dan klientelisme elektoral.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus,mengacu pada kerangka Broker-Mediated Distribution Theory dari Stokes dkk.(2013). Data dikumpulkan secara retrospektif setelah pemungutan suara melaluiwawancara mendalam semi-terstruktur, observasi jejak sosial pasca pemilu, dandokumentasi historis, dengan 14 informan yang dipilih secara purposive dansnowball sampling, terdiri atas dua patron/calon legislatif, enam broker, tigaklien/pemilih, dan tiga anggota Panwascam Kecamatan Manuhing Raya. Analisisdata dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana(2014), meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan danverifikasi, yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa broker di Kelurahan Tehangmenjalankan empat peran secara simultan, yaitu distribusi uang dan barang (uangtunai Rp250.000 hingga Rp300.000 per kepala, pemasangan listrik PLN senilaiRp3.600.000, biaya transportasi mahasiswa/pelajar perantauan, serta aliran danacaleg kepada broker hingga Rp140.000.000), mobilisasi pemilih melaluidiversifikasi tipe broker berdasarkan basis otoritas sosial (kekerabatan,ketetanggaan, pengaruh sosial perempuan, sektoral tambang tradisional, dan tokohmasyarakat), pengawasan dan pelaporan melalui struktur hierarkis caleg–koordinator broker–broker lapangan–klien yang kapasitas verifikasinya lemah,serta pembangunan kepercayaan sosial yang mencapai level normalisasi kultural.Pengujian empat indikator klientelisme Hicken (2011) menunjukkan relasipatronase-klientelisme yang bersifat hibrida: hierarki terkonfirmasi kuat danhubungan personal terkonfirmasi sebagian, namun pertukaran bersyarat (contingentexchange) dan keberulangan (iterasi) hubungan lemah. Kontribusi orisinalpenelitian ini adalah konsep constrained clientelism (klientelisme yang terbatas),yang dibatasi oleh tiga faktor struktural, yakni monitoring blackbox akibatkerahasiaan bilik suara, pengkhianatan ganda berupa pengkhianatan pemilih (voterbetrayal) dan pengkhianatan broker (broker betrayal) sebagaimanadikonseptualisasikan Aspinall (2014), serta loyalitas kedaerahan sebagai filterkultural.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Broker Politik, Politik Uang, Patronase, Klientelisme, Pemilihan, Legislatif. |
| Subjects: | Ilmu Pemerintahan |
| Fakultas / Prodi: | FISIP > Ilmu Pemerintahan (S1) |
| Depositing User: | Rifael Rifael |
| Date Deposited: | 20 Oct 2026 02:34 |
| Last Modified: | 20 Oct 2026 02:34 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8594 |

