INTERAKSI SOSIAL DI DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR (Studi Kasus di Kawasan Mendawai Kota Palangka Raya)

Lara, Lara (2026) INTERAKSI SOSIAL DI DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR (Studi Kasus di Kawasan Mendawai Kota Palangka Raya). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover+Dapus LARA.pdf]
Preview
Text
Cover+Dapus LARA.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of LARA (Fulltext).pdf] Text
LARA (Fulltext).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengetahui dan menganalisis interaksi sosial yang terjadi di daerah rawan bencana banjir, serta faktor penyebab terjadinya interaksi sosial positif maupun negatif antar korban bencana di Kawasan Mendawai, Kota Palangka Raya. Fenomena ini dianalisis dengan menggunakan Teori Interaksi Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Kawasan Mendawai, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan 10 informan yang merupakan warga setempat yang terdampak banjir, serta didukung oleh data sekunder dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diketahui bahwa bencana banjir musiman justru bertindak sebagai katalisator yang secara signifikan memperkuat kohesi dan ikatan sosial masyarakat. Interaksi yang terbangun sangat didominasi oleh hubungan positif (asosiatif), yang terlihat dari tingginya gotong royong warga dalam mengamankan aset fisik, memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan (lansia dan anak-anak), hingga menambatkan rumah terapung. Meskipun didominasi oleh interaksi yang harmonis, bentuk interaksi disosiatif berupa persaingan dan gesekan terkait asimetri informasi serta pembagian bantuan logistik tetap sesekali terjadi. Namun, konflik ini murni bersifat situasional akibat kepanikan massal dan selalu diselesaikan melalui jalan musyawarah mufakat, tanpa pernah tereskalasi menjadi konflik horizontal yang melibatkan unsur SARA. Faktor pendorong interaksi positif didasarkan pada kuatnya modal sosial, perasaan senasib sepenanggungan, dan tingginya empati kemanusiaan warga. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa pola interaksi sosial masyarakat Kawasan Mendawai menunjukkan ketahanan sosial yang luar biasa tangguh dalam menghadapi bencana alam secara terus-menerus.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: ngka Raya, 2026. INTERAKSI SOSIAL DI DAERAH RAWAN BENCANA BANJIR (Studi Kasus di Kawasan Mendawai Kota Palangka Raya). Tim Pembimbing : Dr. Saputra Adiwijaya, S.Sos., M.Si dan Anisa Pebrianti, S.I.Kom., M.Med.Kom. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui dan menganalisis interaksi sosial yang terjadi di daerah rawan bencana banjir, serta faktor penyebab terjadinya interaksi sosial positif maupun negatif antar korban bencana di Kawasan Mendawai, Kota Palangka Raya. Fenomena ini dianalisis dengan menggunakan Teori Interaksi Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di Kawasan Mendawai, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan 10 informan yang merupakan warga setempat yang terdampak banjir, serta didukung oleh data sekunder dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diketahui bahwa bencana banjir musiman justru bertindak sebagai katalisator yang secara signifikan memperkuat kohesi dan ikatan sosial masyarakat. Interaksi yang terbangun sangat didominasi oleh hubungan positif (asosiatif), yang terlihat dari tingginya gotong royong warga dalam mengamankan aset fisik, memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan (lansia dan anak-anak), hingga menambatkan rumah terapung. Meskipun didominasi oleh interaksi yang harmonis, bentuk interaksi disosiatif berupa persaingan dan gesekan terkait asimetri informasi serta pembagian bantuan logistik tetap sesekali terjadi. Namun, konflik ini murni bersifat situasional akibat kepanikan massal dan selalu diselesaikan melalui jalan musyawarah mufakat, tanpa pernah tereskalasi menjadi konflik horizontal yang melibatkan unsur SARA. Faktor pendorong interaksi positif didasarkan pada kuatnya modal sosial, perasaan senasib sepenanggungan, dan tingginya empati kemanusiaan warga. Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa pola interaksi sosial masyarakat Kawasan Mendawai menunjukkan ketahanan sosial yang luar biasa tangguh dalam menghadapi bencana alam secara terus-menerus. Kata Kunci: Interaksi Sosial, Bencana Banjir, Gotong Royong, Ketahanan Sosial,
Subjects: Sosiologi
Fakultas / Prodi: FISIP > Sosiologi (S1)
Depositing User: S.Sos Lara Lara
Date Deposited: 18 May 2026 08:20
Last Modified: 18 May 2026 08:20
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/5917

Actions (login required)

View Item
View Item