RESILIENSI PENARI TRADISIONAL LAKI-LAKI TERHADAP STEREOTIPE GENDER DI SANGGAR SENI DAN BUDAYA KAHANJAK HUANG KOTA PALANGKA RAYA

Aprilia, Putri Ayu (2026) RESILIENSI PENARI TRADISIONAL LAKI-LAKI TERHADAP STEREOTIPE GENDER DI SANGGAR SENI DAN BUDAYA KAHANJAK HUANG KOTA PALANGKA RAYA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover+Dapus PUTRI AYU APRILIA.pdf]
Preview
Text
Cover+Dapus PUTRI AYU APRILIA.pdf

Download (753kB) | Preview
[thumbnail of NASKAH Skripsi PUTRI AYU APRILIA .pdf] Text
NASKAH Skripsi PUTRI AYU APRILIA .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi penari tradisional laki￾laki dalam menghadapi stereotipe gender di Kota Palangka Raya. Fenomena stereotipe yang menganggap tari sebagai aktivitas feminin menyebabkan penari laki-laki sering mengalami tekanan sosial, diskriminasi, hingga keraguan terhadap identitas diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penari tradisional laki-laki dan masyarakat non-penari yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penari laki-laki menghadapi berbagai bentuk stereotipe seperti stigma tidak maskulin, ejekan, serta kurangnya dukungan sosial. Dampak dari stereotipe tersebut meliputi tekanan psikologis, rasa kurang percaya diri, dan intimidasi. Namun demikian, penari laki-laki mampu menunjukkan resiliensi melalui berbagai strategi, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kepercayaan diri, motivasi pribadi, serta kecintaan terhadap seni budaya, sedangkan faktor eksternal berupa dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sanggar. Resiliensi yang dimiliki penari laki-laki memungkinkan mereka untuk tetap bertahan, mengembangkan potensi diri, serta mempertahankan eksistensi dalam dunia seni tari tradisional. Selain itu, keberadaan sanggar seni berperan penting sebagai ruang aman dan wadah penguatan identitas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi menjadi kunci utama dalam menghadapi stereotipe gender, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Resiliensi, Stereotipe Gender, Penari Laki-Laki, Tari Tradisional, Palangka Raya
Subjects: Sosiologi
Fakultas / Prodi: FISIP > Sosiologi (S1)
Depositing User: S.Sos PUTRI AYU APRILIA
Date Deposited: 21 May 2026 04:53
Last Modified: 21 May 2026 04:53
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6307

Actions (login required)

View Item
View Item