STUDI KOMPARASI PARASIT GASTROINTESTINAL ORANG UTAN KALIMANTAN (PONGO PYGMAEUS WURMBII) DAN OWA JANGGUT PUTIH (HYLOBATES ALBIBARBIS) DI TAMAN NASIONAL SEBANGAU

Saragih, Egin Thania Wati Hergyana Br (2026) STUDI KOMPARASI PARASIT GASTROINTESTINAL ORANG UTAN KALIMANTAN (PONGO PYGMAEUS WURMBII) DAN OWA JANGGUT PUTIH (HYLOBATES ALBIBARBIS) DI TAMAN NASIONAL SEBANGAU. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover + Dapus_EGIN THANIA WATI HERGYANA BR SARAGIH.pdf]
Preview
Text
Cover + Dapus_EGIN THANIA WATI HERGYANA BR SARAGIH.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of SKRIPSI Egin Thania Wati Hergyana Br Saragih_Fulltext.pdf] Text
SKRIPSI Egin Thania Wati Hergyana Br Saragih_Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Primata non-manusia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis, khususnya di kawasan hutan rawa gambut Taman Nasional Sebangau. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus wurmbii) dan owa janggut putih (Hylobates albibarbis) hidup secara simpatrik di kawasan ini, namun memiliki perbedaan perilaku dan pola pemanfaatan ruang yang berpotensi memengaruhi risiko infeksi parasit gastrointestinal. Perbedaan strategi hidup tersebut menjadi dasar untuk mengkaji variasi prevalensi, keanekaragaman, dan intensitas infeksi parasit pada kedua spesies sebagai indikator kesehatan populasi dan kondisi habitat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan metode non-invasif melalui pengambilan sampel feses segar dari masing-masing 40 individu P. p. wurmbii dan 40 individu H. albibarbis. Sampel diawetkan menggunakan larutan Sodium Acetate-Acetic Acid-Formalin (SAF) dan dianalisis menggunakan metode sedimentasi SAF–ethyl acetate. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan untuk mendeteksi telur, kista, dan larva parasit, kemudian dihitung prevalensi, komposisi jenis, serta intensitas infeksi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square atau Fisher’s Exact untuk mengetahui perbedaan antar spesies. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua spesies terinfeksi oleh berbagai jenis parasit gastrointestinal yang terdiri atas protozoa dan helminth. Parasit yang ditemukan antara lain Balantioides, Strongyloides spp., Trichuris trichiura, Enterobius spp., Oesophagostomum, serta unidentified Helminth. Dominasi kelompok nematoda menunjukkan bahwa sebagian besar parasit memiliki siklus hidup yang melibatkan fase lingkungan. Perbedaan pola infeksi dipengaruhi oleh faktor perilaku dan ekologi, di mana Orangutan Kalimantan lebih rentan terhadap soil-transmitted helminths akibat aktivitas terestrial, sedangkan Owa janggut putih memiliki risiko penularan lebih tinggi melalui jalur fecal–oral akibat interaksi sosial. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai dinamika infeksi parasit pada primata liar serta mendukung upaya pemantauan kesehatan dan konservasi di ekosistem hutan rawa gambut.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Parasit gastrointestinal, Primata simpatrik, SAF–ethyl acetate
Subjects: Biologi
Fakultas / Prodi: FMIPA > Biologi (S1)
Depositing User: Egin Saragih
Date Deposited: 25 May 2026 03:04
Last Modified: 25 May 2026 03:04
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6374

Actions (login required)

View Item
View Item