ANALISIS PENANGANAN WASTE PRIORITAS DENGAN PENERAPAN LEAN CONSTRUCTION TOOLS PADA PROYEK PEMBANGUNAN RTH, JPO DAN TEMPAT PARKIR KAWASAN BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA (LANJUTAN)

Ekawati, Ekawati (2026) ANALISIS PENANGANAN WASTE PRIORITAS DENGAN PENERAPAN LEAN CONSTRUCTION TOOLS PADA PROYEK PEMBANGUNAN RTH, JPO DAN TEMPAT PARKIR KAWASAN BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA (LANJUTAN). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover + Dapus EKA.pdf]
Preview
Text
Cover + Dapus EKA.pdf

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of Skripsi EKA Fulltext OK.pdf] Text
Skripsi EKA Fulltext OK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya seperti tenaga kerja, material, peralatan, waktu, dan biaya untuk menghasilkan suatu bangunan sesuai dengan perencanaan. Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi sering menghadapi berbagai kendala yang dapat menimbulkan pemborosan (waste) dalam proses pekerjaan. Pemborosan tersebut dapat mempengaruhi efisiensi pelaksanaan proyek dari segi waktu, biaya, maupun kualitas pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang dapat mengidentifikasi dan meminimalkan terjadinya waste dalam proses konstruksi, salah satunya melalui penerapan konsep lean construction.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel waste yang terjadi pada proyek pembangunan RTH, JPO dan tempat parkir kawasan Bundaran Besar Palangka Raya (lanjutan), menentukan tingkat prioritas waste, serta menentukan alternatif penanganannya melalui penerapan lean construction tools. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada Project Manager, Engineer, Pelaksana Lapangan, Quality Control, Konsultan HSE MK, dan Peserta Pelatihan K2R-NEO 2.0. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat prioritas dari setiap variabel waste.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima variabel waste yang terjadi pada proyek yaitu defect, over production, unnecessary inventory, unnecessary motion, dan waiting. Berdasarkan hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh bahwa over production merupakan kriteria dengan tingkat prioritas tertinggi sehingga perlu diprioritaskan dalam penanganan. Berdasarkan analisis prioritas global, Last Planner System (LPS) ditetapkan sebagai metode paling efektif dengan bobot 0,29 karena kemampuannya menyelaraskan target jadwal dengan kapasitas nyata di lapangan. Secara operasional, Last Planner System (LPS) mereduksi waste melalui rangkaian proses yang saling terhubung, dimulai dari identifikasi hambatan dalam Look-ahead Planning untuk mencegah waktu tunggu, dilanjutkan dengan stabilitas aliran kerja melalui Pull Planning dan Weekly Work Plan guna menghindari penumpukan material, serta ditutup dengan tahap Learning melalui evaluasi Percentage Plan Completed (PPC) untuk memastikan kesalahan atau pengerjaan ulang (rework) tidak terulang kembali di masa mendatang.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Waste, Lean construction tools, Analytical Hierarchy Process (AHP), Last planner system, Proyek Konstruksi
Subjects: Manajemen Konstruksi
Teknik Sipil
Fakultas / Prodi: FT > Teknik Sipil (S1)
Depositing User: Ekawati Ekawati
Date Deposited: 18 Jun 2026 08:34
Last Modified: 18 Jun 2026 08:34
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/6731

Actions (login required)

View Item
View Item