Irwan, Irwan (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN RAYA KATINGAN MENUJU PUSAT KONSERVASI EX-SITU DAN WISATA EDUKASI BERKELANJUTAN. Magister (S2) thesis, Universitas Palangka Raya.
Cover+Dapus IRWAN.pdf
Download (1MB)
IRWAN (Fulltext).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB) | Request a copy
Abstract
Kebun Raya Katingan (KRK) merupakan kebun raya daerah pertama di Kalimantan Tengah yang memiliki fungsi strategis dalam pelestarian flora endemik hutan kerangas. Kenyataannya, terdapat kesenjangan operasional antara potensi besar kekayaan hayati yang dimiliki dengan kenyataan manajemen di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting konservasi ex-situ dan
wisata edukasi, mengidentifikasi faktor strategis internal-eksternal, serta merumuskan strategi pengembangan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-strategis dengan dukungan analisis semi-kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan strategis (BRIN, akademisi UPR, dan Pemkab Katingan) serta kuesioner kepada 29 pengunjung. Analisis data menggunakan Matriks IFE dan EFE, Matriks IE, SWOT, dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).
Temuan Utama:
1. Konservasi Ex-Situ: KRK mengelola 1.680 spesimen koleksi, di mana baru 11,8% yang teridentifikasi hingga tingkat spesies. Fasilitas vital seperti nursery mengalami kerusakan parsial, sementara laboratorium dan rumah kaca belum tersedia.
2. Wisata Edukasi: Tingkat kepuasan pengunjung sangat tinggi (skor Likert 4,48), sementara itu program edukasi masih bersifat reaktif/insidental dan aksesibilitas kawasan (jalan dan sanitasi) belum optimal.
3. Posisi Strategis: Hasil skor IFE (2,70) dan EFE (2,55) menempatkan KRK pada Sel V (Hold and Maintain) dalam Matriks IE. Kondisi ini disimpulkan sebagai fenomena "Strong Assets, Fragile System", dimana kekayaan aset biologis (buah endemik) tidak ditopang oleh sistem kelembagaan yang mandiri.
Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang mendesak adalah:
• Prioritas 1 (Skor 2,98): Transformasi Kelembagaan melalui Pembentukan UPTD Mandiri di bawah Bapperida untuk menjamin kepastian anggaran dan otoritas SDM (ahli botani) sesuai mandat Perpres 83/2023.
• Prioritas 2 (Skor 2,80): Pengembangan Paket Wisata Edukasi Tematik Buah Endemik guna menciptakan pendapatan mandiri (PAD) dan mengintegrasikan kearifan lokal Dayak.
Kesimpulan: Strategi pengembangan KRK dirumuskan melalui kerangka KRK-3C (Capacity, Conservation, Community) yang difokuskan pada upaya memperkuat wadah (sistem kelembagaan) guna menyelamatkan isi (aset biologis). Tanpa kemandirian UPTD, investasi hayati selama hampir 20 tahun berisiko hilang akibat ketidakpastian anggaran operasional yang sangat kritis (teralokasi Rp.50.000.000,- pada 2026).
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Magister (S2)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Kebun Raya, Konservasi, Edukasi, Ex-Situ, Berkelanjutan |
| Subjects: | Pengelolaan Lingkungan |
| Fakultas / Prodi: | PPS > Magister Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSAL) (S2) |
| Depositing User: | Irwan Irwan |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 02:00 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 02:00 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7154 |

