ANALISIS RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KOTA PALANGKA RAYA)

Sitorus, Pesta Uliarta (2026) ANALISIS RISIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KOTA PALANGKA RAYA). Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Cover+Dapus PESTA ULIARTA SITORUS.pdf] Text
Cover+Dapus PESTA ULIARTA SITORUS.pdf

Download (801kB)
[thumbnail of Skripsi PESTA ULIARTA SITORUS Fulltext.pdf] Text
Skripsi PESTA ULIARTA SITORUS Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Proyek konstruksi gedung memiliki tingkat risiko tinggi karena bersifat unik, kompleks, dan melibatkan banyak pihak sehingga menimbulkan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan keterlambatan, pembengkakan biaya, dan kegagalan mutu. Penelitian ini berfokus pada risiko negatif (ancaman) yang berpotensi merugikan pencapaian tujuan proyek, tanpa mencakup analisis risiko positif (peluang). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi risiko, menganalisis bobot kriteria penilaian, menentukan prioritas risiko dominan, serta menyusun rekomendasi pengendalian dalam bentuk Risk Register pada Proyek Pembangunan Gedung Kuliah FTIK UIN Palangka Raya.
Penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, serta penyebaran kuesioner kepada 6 informan (Kontraktor dan Konsultan) selama ±2 bulan. Analisis dilakukan dua tahap yaitu penyaringan risiko menggunakan Matriks Risiko (Probabilitas × Dampak), dilanjutkan pembobotan prioritas menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan Software SuperDecisions berdasarkan empat kriteria (Probabilitas, Dampak Waktu, Dampak Biaya, dan Dampak Mutu).
Hasil pembobotan kriteria AHP menunjukkan bahwa Dampak Waktu menempati bobot prioritas tertinggi (34%), diikuti oleh Dampak Mutu (32%), Dampak Biaya (20%), dan Probabilitas (14%) dengan nilai CR = 0,05 (konsisten). Berdasarkan hasil sintesis AHP, enam risiko dominan dengan urutan prioritas (1) Addendum/Perubahan Kontrak (24,42%); (2) Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (18,14%); (3) Cuaca Tidak Menentu/Buruk/Hujan (16,53%); (4) Kerusakan Peralatan/Mesin Proyek (15,61%); (5) Material Tidak Tersedia di Lokasi Saat Dibutuhkan (14,28%); dan (6) Rendahnya K3/Keselamatan dan Kesehatan Kerja (11,02%). Rencana pengendalian risiko disusun dalam Risk Register dengan strategi respons Avoid (Menghindari), Mitigate (Mengurangi), dan Transfer (Mengalihkan). Adapun rencana pengedalian risiko Addendum/Perubahan Kontrak melalui mekanisme persetujuan resmi setiap perubahan desain dan rapat evaluasi mingguan. Sedangkan Perubahan Jadwal dikendalikan dengan penambahan jam lembur pada jalur kritis dan pembaruan jadwal berkala.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Manajemen risiko, Analytical Hierarchy Process (AHP), Proyek konstruksi, Risk Register.
Subjects: Teknik Sipil
Fakultas / Prodi: FT > Teknik Sipil (S1)
Depositing User: Pesta Sitorus
Date Deposited: 27 Jul 2026 07:16
Last Modified: 27 Jul 2026 07:16
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7633

Actions (login required)

View Item
View Item