PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK DI KELAS V B SDN 2 PALANGKA

Gultom, Rentha Idora (2026) PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK DI KELAS V B SDN 2 PALANGKA. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.

[thumbnail of Coover+Dapus RENTHA IDORA GULTOM.pdf] Text
Coover+Dapus RENTHA IDORA GULTOM.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI RENTHA IDORA GULTOM FIX LENGKAP LAMPIRNA.pdf] Text
SKRIPSI RENTHA IDORA GULTOM FIX LENGKAP LAMPIRNA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VB SDN 2 Palangka, yang menunjukkan 52,38% peserta didik memiliki nilai belum tuntas pada mata pelajaran IPAS. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal dan kurang aktif serta merasa bosan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode talking stick terhadap hasil belajar IPAS kelas V B SDN 2 Palangka.
Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu jenis pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta diidk kelas VB SDN 2 Palangka yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisi data yang dilakukan melalui uji normalitas N-Gain Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta didik sebesar 71,11 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 33. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode talking stick, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 91,75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 67. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar <0,001, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS di kelas VB SDN 2 Palangka.
Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VB SDN 2 Palangka, yang menunjukkan 52,38% peserta didik memiliki nilai belum tuntas pada mata pelajaran IPAS. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal dan kurang aktif serta merasa bosan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode talking stick terhadap hasil belajar IPAS kelas V B SDN 2 Palangka.
Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu jenis pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta diidk kelas VB SDN 2 Palangka yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisi data yang dilakukan melalui uji normalitas N-Gain Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta didik sebesar 71,11 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 33. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode talking stick, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 91,75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 67. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar <0,001, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS di kelas VB SDN 2 Palangka.
Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VB SDN 2 Palangka, yang menunjukkan 52,38% peserta didik memiliki nilai belum tuntas pada mata pelajaran IPAS. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal dan kurang aktif serta merasa bosan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode talking stick terhadap hasil belajar IPAS kelas V B SDN 2 Palangka.
Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu jenis pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta diidk kelas VB SDN 2 Palangka yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisi data yang dilakukan melalui uji normalitas N-Gain Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta didik sebesar 71,11 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 33. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode talking stick, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 91,75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 67. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar <0,001, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS di kelas VB SDN 2 Palangka.
Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VB SDN 2 Palangka, yang menunjukkan 52,38% peserta didik memiliki nilai belum tuntas pada mata pelajaran IPAS. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal dan kurang aktif serta merasa bosan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode talking stick terhadap hasil belajar IPAS kelas V B SDN 2 Palangka.
Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu jenis pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta diidk kelas VB SDN 2 Palangka yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisi data yang dilakukan melalui uji normalitas N-Gain Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta didik sebesar 71,11 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 33. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode talking stick, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 91,75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 67. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar <0,001, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS di kelas VB SDN 2 Palangka.
Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah rendahnya hasil belajar peserta didik kelas VB SDN 2 Palangka, yang menunjukkan 52,38% peserta didik memiliki nilai belum tuntas pada mata pelajaran IPAS. Hal ini dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal dan kurang aktif serta merasa bosan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode talking stick terhadap hasil belajar IPAS kelas V B SDN 2 Palangka.
Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu jenis pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test design. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh peserta diidk kelas VB SDN 2 Palangka yang berjumlah 21 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pre-test dan post-test serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisi data yang dilakukan melalui uji normalitas N-Gain Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta didik sebesar 71,11 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 33. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode talking stick, nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 91,75 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 67. Hal ini dapat dilihat dari pengujian hipotesis uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp.sig (2-tailed) sebesar <0,001, karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran talking stick berpengaruh terhadap hasil belajar IPAS di kelas VB SDN 2 Palangka.

Item Type: Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1))
Keywords / Kata Kunci: Talking Stick, Hasil Belajar, IPAS
Subjects: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas / Prodi: FKIP > Pendidikan PGSD (S1)
Depositing User: RENTHA IDORA GULTOM
Date Deposited: 13 Aug 2026 06:42
Last Modified: 13 Aug 2026 06:42
URI: https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/7989

Actions (login required)

View Item
View Item