Sunia, Sunia (2026) ANAISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN K3 PADA PROYEK KONSTRUKSI. Sarjana (S1) thesis, Universitas Palangka Raya.
Skripsi SUNIA Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
Cover + Dapus Skripsi SUNIA.pdf
Download (1MB)
Abstract
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah hal penting dalam menjalankan proyek konstruksi karena pekerjaan konstruksi memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja yang cukup besar. Dalam penerapannya, penggunaan K3 masih bisa menghadapi berbagai hambatan yang harus dikenali agar bisa dilakukan upaya meningkatkan keselamatan kerja di proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor utama yang menghambat penerapan K3 di proyek konstruksi bangunan serta menganalisis perbedaan antara faktor-faktor penghambat tersebut di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan alat yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini menggunakan 24 sampel yang berasal dari kontraktor proyek pembangunan gedung yang terdaftar di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur periode tahun 2021 hingga 2025. Responden terdiri dari 8 orang dari Kabupaten Pulang Pisau dan 16 orang dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Analisis data dilakukan dengan cara menguji validitas, reliabilitas, menggunakan analisis deskriptif berdasarkan nilai rata-rata dan standar deviasi, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor penghambat antara kedua wilayah.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa di Kabupaten Pulang Pisau, faktor yang paling dominan adalah resistensi terhadap perubahan.Meskipun nilai rata-ratanya berada di bawah 3, yang berarti tingkat hambatan yang dirasakan oleh responden masih relatif rendah. Sementara itu, di Kabupaten Kotawaringin Timur, faktor dengan nilai rata-rata tertinggi adalah sistem lelang berdasarkan harga terendah dalam sektor konstruksi (X20), dengan nilai rata-rata sebesar 3,3125 dan standar deviasi sebesar 1,49304. Hasil Uji Mann-Whitney U memperoleh nilai Asymp. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa Sig.(2-tailed) adalah 0,034 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap faktor-faktor penghambat pelaksanaan K3 di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Nilai mean rank Kabupaten Pulang Pisau adalah 8,19, sedangkan Kabupaten Kotawaringin Timur adalah 14,66, yang artinya tingkat faktor penghambat di Kabupaten Kotawaringin Timur lebih besar dibandingkan Kabupaten Pulang Pisau.
| Item Type: | Thesis (TA, Skripsi, Tesis, Disertasi) (Sarjana (S1)) |
|---|---|
| Keywords / Kata Kunci: | Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3), Factor Penghambat. Proyek Kontruksi, Kontraktor. |
| Subjects: | Manajemen Konstruksi |
| Fakultas / Prodi: | FT > Teknik Sipil (S1) |
| Depositing User: | Sunia Sunia |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 03:04 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 03:04 |
| URI: | https://repositori.upr.ac.id/id/eprint/8397 |

